Catatan Family Gathering 2026

 “FamGath-nya seru Abis,”begitu komentar dua orang Gen-Z selepas dua game yang mengawali Family Gathering RT 05 Depok Maharaja. Ia adalah salah seorang Gen-Z yang hadir dan menikmati suasana seru pada Sabtu pagi pertama September 2026 di Rumah Kabeda, Kukusan, Beji, Depok.

“Gak rugilah datang ke sini. Seperti biasa, FamGath 05 memang gokil!”pungkas mereka sambil menikmati pudding sedot yang nampaknya seger banget.

Ada satu agenda yang selalu ditunggu oleh warga RT kami. Agenda ini tidak hadir tiap tahun, tetapi kehadirannya selalu dirindukan. Di acara ini seluruh keluarga di RT kami berusaha untuk hadir karena inilah sarana bertemu semua warga RT, dari kakek sampai cucu. Namanya, Family Gathering RT 05.

Lalu bagaimana bila ada yang tidak bisa hadir? Bila tidak ada halangan yang mendesak, tidak hadir di Family Gathering adalah sesuatu yang merugi. Mengapa begitu? Mari kita diskusi barang sedikit tentang ini.

Pertemuan Lintas Generasi

Yang unik dari FamGath RT 05 adalah terciptanya pertemuan dan komunikasi lintas generasi. Ada Baby Boomer, Gen-X, Millenial, Gen-Z, dan Alpha. Merekalah generasi kakek, bapak, anak, dan cucu. Kumpul bersama dalam sebuah acara RT yang diadakan dari mereka, oleh mereka, dan untuk mereka.

Ada sejumlah catatan menarik dari pertemuan lintas generasi tersebut. Pertama, cermin, refleksi, dan harapan. Bertemunya manusia lintas generasi tersebut tanpa disadari adalah sarana refleksi yang cukup efektif untuk para Baby Boomer dan Gen-X. Betapa tidak! Merekalah kelompok lansia dan pensiunan. Pertemuan tersebut memantik kesadaran, bahwa mereka telah melewati fase panjang dalam kehidupan ini: menikmati masa kanak-kanak, sekolah, kuliah, bekerja, dan sekarang bersiap atau bahkan sudah memasuki masa pensiun. Perjalanan waktu yang sejatinya tidak sebentar itu pasti mereka rasakan laksana terbang saja. Tahu-tahu, mereka sudah sesenior itu di lingkungan tempat tinggal.

Rasa syukur atas nikmat hidup dan kesehatan telah memberi mereka kesempatan untuk melihat para tunas-tunas muda di lingkungan terdekatnya tumbuh sewajarnya. Yang dulu masih balita, sekarang ternyata sudah mulai jadi mahasiswa. Yang dulu SD, ternyata sekarang sedang hamil anak pertama. Di atas mereka, ada keluarga-keluarga muda yang baru saja disibukkan dengan urusan sekolah TK dan SD anak mereka. Semua tumbuh bersama waktu. Waktu mengubah mereka dari luar, sementara orang-orang di sekitarnya, mengubah mereka dari dalam. Masya Allah.

Kedua, sarana belajar dan memberi teladan. Yang menarik dilihat dan seharusnya ada dari para senior (Baby Boomer dan Gen-X) adalah keteladanan mereka. Seperti apa mereka telah menjalani hidup dan karier selama ini. Dari merekalah para millenial, Gen-Z, dan Alpha bercermin. Mereka akan bangga dan merasa punya tempat belajar dan bertanya jika para seniornya adalah mereka yang menjalani hidup dan karier yang hanif dengan pencapaian dan karya yang bisa dijadikan panutan.

Meskipun demikian, ada pemandangan yang unik dari pertemuan lintas generasi itu. Ada hobi dan habit yang sama-sama mereka nikmati: merokok. Sejujurnya, inilah aktivitas yang mengaburkan batas antargenerasi: para Baby boomer, Gen-Z, dan Millenial masih terus melakukannya dan Gen-Z sedang asyik-asyiknya menikmati kebiasaan turun-temurun yang diyakini menjadi inisiasi untuk mereka memasuki dunia orang dewasa. Rokok memang bahasa universal dan kontroversial sekaligus. Para Gen-Z sekarang bahkan melakukan inovasi atas habit turunan tersebut, yaitu dengan nge-vape. Baby boomer dan Gen-X nampaknya masih berjarak dengan benda satu ini. Para ahli hisap memang gak ade matinye!

Ketiga, beruntungnya, ada sejumlah game yang memungkinkan para Gen-X, Millenial, Gen-Z, dan Alpha bisa bermain bersama. Pola komunikasi dan gaya ungkap pribadi beda zaman itu ditantang untuk sebuah  permainan tim. Kekuatan komunikasi dan kolaborasi antargenerasi dalam keluarga diuji keefektivan dan keandalannya dalam sejumlah permainan. Seru. Sungguh seru. Untuk beberapa jenak, Gen-Z yang memang setiap detiknya tidak bisa lepas dari HP bisa asyik larut dalam permainan bersama. Semua merasa tertantang untuk main.

Kualitas komunikasi dalam keluarga teruji betul dalam sejumlah permainan. Keharmonisan dan kekompakan dalam setiap keluarga terkedepankan dalam semua permainan. Tantangan ini menjadi sarana tertawa bersama karena tak jarang ada sejumlah adegan yang terpaksa menjadi sangat unik dan lucu. Inilah potret kebersamaan.

Keempat, makan bersama memungkinkan interaksi itu kian mengental. Gen-X punya kesempatan banyak bertanya kepada Gen-Z. Mengapa bukan sebaliknya? Nah, inilah PR kita semua. Gen-Z adalah generasi unik. Mereka umumnya asyik dengan dunia dan circle-nya sendiri: canggung ke atas dan ke bawah. Mengharapkan mereka bertanya atau sekadar membuka obrolan untuk menggali pengalaman atau hal-hal menarik dari Gen-X seperti mengharapkan hujan di tengah elnino tahun ini. Bila ditanya pun mereka akan jawab sekadarnya. Nampak sekali bahwa generasi mereka tidak terlatih komunikasi verbal dengan baik, tetapi jangan tanya kalau sudah pegang gadget. Itu dunia mereka.

Kelima, semua dapat hadiah. Family Gathering kali ini benar-benar bertabur hadiah. Betapa tidak! Acara baru mulai saja, panitia sudah menarik sejumlah nama untuk mendapatkan doorprize. Lalu dilanjutkan di setiap titik pergantian acara. Yang jelas, semua keluarga mendapatkan doorprize berupa alat-alat rumah tangga dan pernak-perniknya; Setiap Gen-Z mendapatkan voucher untuk belanja di toko retail; Setiap Alpha mendapatkan bingkisan makanan. Setiap keluarga masih bisa mendapatkan bingkisan lebih bila mereka bisa keluar sebagai pemenang di game yang diadakan. Di akhir acara, panitia bahkan memberikan Grand Doorprize untuk enam keluarga. Ada yang lebih gokil lagi, ketika akan pulang, setiap keluarga masih mendapatkan bingkisan special: Ayam Bakar satu ekor untuk makan malam di rumah. Keren! Pulang FamGath dengan penuh dengan tentengan hadiah lomba, doorprize, dan bingkisan makan malam. Wow!

Luar biasa panitia dalam melayani dan memanjakan warga yang hadir. Semua dapat hadiah karena rasa sukses memang harus jadi milik kita semua. Semua jadi pemenang hari itu. Alhamdulillah. Salut dan bangga serta penghargaan kepada jajaran pengurus RT dan panitia yang sudah mendesain acara dengan sangat memikat hati. Semoga keberkahan untuk kita semua. Aamiin.

Estafet Kepengurusan RT

Salah satu agenda penting FamGath kali ini adalah paparan pengurus RT lama dan perkenalan pengurus RT baru. Berakhir sudah masa kepengurusan dan pengabdian jajaran RT periode 2021-2026. Lima tahun mereka sudah bekerja dengan sepenuh hati dalam melayani dan mengayomi warga. Tentu banyak prestasi dan agenda yang telah mereka capai dan upayakan dalam rangka menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, dan guyub. Kebersamaan dan kekompakan tersebut tentu harus ada yang menjaga, melanjutkan, dan mengembangkannya.

Ada sejumlah catatan menarik. Pertama, KPU pemilihan ketua RT periode 2026-2031 sudah bekerja sejak awal Juli 2026 dengan dua agenda penting: penjaringan kandidat (Sabtu, 11 Juli 2026) dan hari pemilihan (Sabtu, 25 Juli 2026). Semua aktivitas dilakukan secara online, sehingga semua warga bisa tetap berpartisipasi meskipun sedang tidak berada di rumah.

Penjaringan kandidat dilakukan dengan menampung suara dari 178 DPT terhadap semua nama yang berhak dipilih. Warga yang punya hak pilih hanya boleh memilih sekali dalam rentang waktu pukul 18.00-20.00. Di fase ini, ada 137 suara (77%), yang terdiri atas suara sah : 128 (93%) dan tidak sah : 9 (7%). Hasilnya, ada tiga calon ketua RT, yang memperoleh 50, 14, dan 12 suara yang dipilih pada 25 Juli 2026. Kandidat yang terpilih sebagai ketua RT periode 2026-2031 kemudian memperkenalkan jajaran dan programnya. 

Kedua, amanah itu bergilir, bergulir, dan dilanjutkan. Kerja keras, cerdas, ikhlas, tuntas, dan berkelas yang telah dipersembahkan pengurus RT lima tahun yang lalu sudah waktunya dilanjutkan oleh darah dan energi baru. Apa yang sudah baik dilanjutkan dan ditingkatkan kualitasnya; Apa yang belum sempat terlaksana dan terselesaikan kini siap disukseskan dengan semangat yang jauh lebih membara. Kepemimpinan bergilir dan bergulir. Gaya kepemimpinan itu unik, jadi tidak perlu dibandingkan. Yang penting, KPI mereka sebagai pengurus RT terpenuhi dengan baik. Tidak di batas minimal, tetapi setidaknya target mereka adalah menyamai atau bahkan meningkatkan torehan prestasi yang sudah dicapai pendahulunya.

Selalu ada semangat dan harapan kepada yang baru dan muda. Oleh karena itu, hadirnya jajaran pengurus RT dari para millenial membawa angin segar dan harapan baru. Apa yang disampaikan dalam visi dan misi kepengurusan mereka lima tahun yang akan datang nampaknya akan penuh dengan pencapaian dan inovasi serta kreativitas yang membuat penasaran. Siapa tahu kepengurusan RT mendatang mampu mengikuti jejak ketua RT milenial, Taufiq Supriadi (Ketua RT 08 Malaka Jaya, Jakarta Timur) dengan inovasi hijau, lingkungan tanpa sampah, dan digitalisasi dan transparansi atau Ketua RT Gen-Z, Sadan Arya Maulana (Ketua RT 07 Rawa Badak Selatan, Jakarta Utara) yang telah sigap mengecor jalanan gang sepanjang 100 meter yang sering kebanjiran menggunakan dana swadaya, kas operasional, dan uang pribadi tanpa banyak janji.

Ketiga, salah satu peluang dan tantangan untuk pengurus RT baru adalah bagaimana caranya menghimpun dan mengorkestrasi potensi warga yang masih terserak. Para karyawan yang sudah purna, profesional dan eksekutif yang masih aktif, mahasiswa yang kuliah di Jabotabek, dan para Gen-Z menunggu arahan konduktor untuk memainkan partitur yang paling pas untuk RT 05. Ketua RT adalah dirigennya; Sekretaris dan Bendahara adalah para stage manager yang memungkinkan tergelarnya konser indah penuh harmoni untuk mewujudkan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan guyub untuk keberhasilan semuanya.

Rumah adalah titik berangkat dan tujuan pulang untuk semuanya: pegawai, mahasiswa, anak sekolah, dan yang lain. Semua berharap rumah yang mereka tinggali adalah rumah yang lingkungannya aman dan nyaman, tetangga samping kanan kiri depan belakangnya akur dan guyub. Untuk itu, tidak ada cara lain kecuali semuanya harus saling menjaga batasan-batasan dan bekerja sama sekuat tenaga untuk mewujudkan suasana yang aman dan nyaman tersebut. Bukankah ketika ucapan dan perbuatan kita membuat orang di sekitar kita merasa aman dan nyaman adalah indikator keimanan kita?

Pada akhirnya, inilah catatan tentang Family Gathering RT 05 Depok Maharaja 2026. Tingkat partisipasi yang tinggi, keceriaan saat bermain bersama, dan hidangan yang memuaskan menjadikan kebersamaan ini semakin bermakna dan tak terlupa. Senyum ceria dan kepuasan semua peserta menikmati suguhan rangkaian acara dan konsumsi mampu menghapus lelah panitia yang telah mempersiapkan acara ini sejak dua bulan yang lalu.

Bertemu, bermain, dan tertawa bersama tetangga yang sehari-harinya sibuk bekerja sehingga kita tidak setiap saat bisa bertemu dan bertegur sapa adalah satu kenikmatan dan kesempatan langka. Oleh karena itu, momentum ini selalu disambut antusias semua warga. Kapan lagi bisa ngobrol, bermain, bercanda, dan makan bersama semua tetangga se-RT kalau bukan di Family Gathering ini? Dengan demikian, tidaklah berlebihan bila acara ini setidaknya menjadi barometer kekompakan dan keguyuban kita sebagai sesama warga RT 05. Kebersamaan ini insya Allah akan terus dikenang oleh para Gen-Z dan Alpha yang hari ini menjadi generasi termuda. Suasana kondusif penuh kedamaian ini akan menjadi salah satu stimulus yang konstruktif untuk pembentukan mental sosial mereka sehingga mereka akan tumbuh sehat sebagai bagian dari masyarakat dunia yang heterogen. Inilah salah satu bekal penting untuk mereka mengglobal. Bukankah pada waktunya nanti merekalah akan meneruskan merawat kebersamaan yang telah kita upayakan hari ini sebagai warisan penting dalam bermasyarakat?

Semoga Allah ridho dengan apa yang sudah kita upayakan dengan maksimal untuk mereka. Aamiin Allahumma Aamiin.

Wallahu a'lam bishawab

Depok, September 2026

 

1 Comments

  1. "Para ahli hisap memang gak ade matinye!", kalo mati tinggal nyalain ulang lagih pake korek ya Om 😁

    ReplyDelete
Previous Post Next Post

Contact Form